KENIKMATAN DUNIA
Apa itu kenikmatan dunia? Apakah
kenikamatan yang berada di dunia, atau sekedar pecandu umat manusia yang hidup
di dunia? Saya sendiri pun sebenarnya tak begitu paham dengannya!
Lantas benarkah kenikmatan dunia itu
baik atau bahkan bisa menjadi hal yang buruk? Kulihat dari penelitianku sendiri
yang kuamati dari kehidupanku sendiri, banyak sekali orang-orang yang terlena
oleh kenikmatan-kenikmatan yang ada dunia. Lihat saja, beberapa orang ada yang
begitu mendewa-dewakan kemewahan, kekuasaan, ketenaran, dan bahkan pasangan
hidup !
Padahal menurut saya hal-hal itu
hanya bersifat sementara, selama kita terbuat dari sari pati tanah kemudian
dibungkus oleh darah dan daging percayalah kita tak akan pernah abadi! Tetapi
jangan bersedih, ruh atau jiwa kita lah yang kelak abadi yaitu hidup di dunia
akhrihat, meskipun saya tak tau pasti dimanakah itu akhirat, tetapi saya
percaya karena telah dibuktikan di salah satu ayat-ayat al-quran bahwa jiwa
akan pergi kesana setelah raganya telah dimatikan Oleh-Nya.
Lantas kita harus bagaimana
menanggapi kenikmatan dunia tersebut? Apakah harus cuman diabaikan dan tak
dipikirkan dan hanya fokus di dunia sana(akhirat)? Saya tak begitu yakin, tapi
memang sebenarnya hidup harus seimbang antara di dunia dan di akhrihat sana! Namun
perlu di garis bawahi, ketika kita di dunia jangan sampai kita jadi budak
dunia, yaitu kita begitu terlena menikmati segalanya yang ada di dunia hingga
kita lupa bahwa dunia penuh kebohongan-kebohongan yang membuat kita begitu manja
dengan kehidupan ini!
Sudahlah, sebaiknya kita terima apa
adanya kenikmatan itu. Ketika kita berada di atas jangan lah jadi orang besar
yang lupa dan serakah, dan kita berada di bawah jangan putus asa karena Dia
adalah maha segalanya yang menuntun kehidupan kita!
Memang sedikit naif pemikiran ini, tapi ini lah saya, saya
sendiri pun tak mengerti dengan semua pemikiran-pemikiran saya ini. Setiap malam
selalu saja datang ide-ide yang begitu konyol namun bermakna yang lama-lama
membuatku takut, mungkin ini suatu berkah Dari-Nya karena dengan ini aku
membuktikan bahwa aku punya otak untuk berpikir!
Kos
ABD. AZIZ, ditulis ketika cahaya bulan mulai menyinariku!
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDengan menulis, kamu dapat melintas masa depan. Dengan membaca, kamu ziarah dengan masa lalu. -Bgsysfksn
BalasHapus