BERSATU ATAU MATI
PENDAHULUAN
ASSALAMUALAIKUM WR WB
Wahai
pembaca yang budiman, sebelumnya banggakah kalian menjadi anak bangsa
Indonesia? Bangsa yang dimana memiliki sejarah yang begitu menggetarkan jiwa
ini!
Siapa yang
menyangka dalam buku “Gara-gara
Indonesia”, benua Amerika ditemukan? Gara-gara Indonesia Amerika kalah
perang melawan Vietnam, gara-gara Indonesia negara-negara di Asia dan Afrika
terbebas dari penjajahan negara berbasis Kapital!
Kenapa harus
malu dan bangga kepada budaya barat, kalau di negeri kita sendiri saja sungguh
memilik sejarah yang hebat? Sampai 70 tahun ini, Indonesia seringkali
menghadapi permasalahan-permasalahan, yang anehnya datang dari bangsa kita
sendiri, sungguh pendahulu-pendahulu kita yang merebut kemerdekaan ini pasti
kecewa dengan permasalahan-permasalahan yang pernah terjadi. Peristiwa seperti
apakah yang terjadi? Mari kita simak bersama-sama tulisan ini yang saya beri
judul “BERSATU ATAU MATI”.
Juga di
dalamnya ada sebuah ucapan-ucapan yang provokatif yang mengajak untuk meraih
sebuah impian negara yang aman, tentram, dan sejahtera!
SELAMAT MEMBACA
BAB I AWAN HITAM MELANDA NEGRIKU
Wahai
pembaca yang budiman, menurut kalian di 70 tahun kemerdekaan negara tercinta
ini sudahkah terwujudnya dasar negara kita ini? Jujur saja saya berani
beropini, pasti lebih dari 60% masyarakat kita belumlah mewujudkan semua dasar
negara kita yang kita cintai dan sayangi ini!
Kenapa saya
berani berpendapat sedemekian? Sekarang cobalah kritisi ini! Bicara tentang
dasar negara, dan dasar negara kita adalah “PANCASILA” atau 5 sila, mari kita simak bersama-sama!
Mulai dari
sila ke-1, apanya yang Ketuhanan Yang Maha Esa, kalau yang terjadi berbeda
agama saja terjadi konflik? Entah itu konflik kecil maupun konflik yang besar,
dan memang kenyataannya negeri ini memang sering terjadi konflik yang
melibatkan komunitas agama. Masih ingatkah peristiwa DI/TII yang dipimpin Kartosoewiryo? Itulah wujud persilihan di
bidang keagamaan, yang mendorong Kartosoewiryo
untuk mendirikan Negara Islam Indonesia.
Pada sila
yang ke-2, apanya yang Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, apabila yang terjadi
petinggi-petinggi negara kita telah membinasakan rakyatnya sendiri? Masih
ingatkah kalian peristiwa pasca G30S/PKI?
Yang terjadi pada peristiwa tersebut sekitar tahun 1966an Rezim Soeharto dengan
kejamnya menumpaskan seluruh masyarakatnya sendiri yang dikiranya berfaham
komunis, bahkan anak kecil keturunan komunis ikut dibantai, menurut buku yang
pernah saya baca diperkirakan lebih dari satu jiwa melayang akibat pembantaian
tersebut!
Pada sila
yang ke-3, apanya yang Persatuan Indonesia, kalau yang terjadi orang berbeda
daerah saja saling bentrok dan bermusuhan? Ingatkan kalian tragedi adu bentrok
suporter antara Viking Bandung dengan The Jack Jakarta yang memakan banyak
korban jiwa?
Pada sila
yang ke-4, dalam sila ini coba renungkan wahai pembaca yang baik, sudahkah
rakyat ini bermusyawarah dalam pemilihan pemimpin? Sudah jujurkah pada setiap
pemilihan-pemilihan pemimpin daerah maupun nasional di negri ini? Banyak sekali
obral janji dari pemimpin-pemimpin kita demi meraup massa, namun pada akhirnya
mereka berkhianat!
Pada sila
yang ke-5, sudahkah negri ini sudah berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia? Sunngguh miris kalau kita bicara tentang keadilan di negri ini, yang
dimana hukum saja dapat dibeli, yang miskin terinjak-injak harga dirinya, si
kaya sewenang-wenang terhadap hukum. Apanya yang adil, kalau para pejabat negri
ini tersenyum dan tertawa di atas penderitaan-penderitaan rakyatnya! Kalau
seperti ini terus keadaannya, kita sebagai generasi muda hanya ada satu kata
yaitu “LAWAN” atas penindasan!
BAB II CAHAYA KECIL TERSELIP DI DALAM KEGELAPAN
Wahai
pembaca yang budiman, khususnya para generasi muda bangsa, apakah kalian hanya
berdiri diam saja setelah melihat kegelapan yang melanda tanah air kita? Apa
kalian tega, melihat perjuangan para pendahulu kita sia-sia akibat ulah
rakyatnya sendiri? Seperti yang pernah diucapkan Bung Karno, “ Perjuanganku
sedikit lebih mudah, karena yang kulawan adalah para penjajah, tetapi
perjuanganmu akan sedikit lebih sulit, karena yang kau lawan bangsamu sendiri!”
Lantas
sebagai pemuda langkah apa yang harus kita ambil? Yang pertama marilah kita
semua bersatu, lupakan perbedaan ras, suku, agama, dll. Yang hanya ada satu
bahwa kita adalah rakyat dari bangsa Indonesia! Lupakanlah konflik-konflik,
permusuhan antar individu maupun kelompok, camkanlah bahwa musuh kita hanya
satu yaitu oknum-oknum jahat yang mencoba merampas dan mengekploitasi kekayaan
di negeri ini! Dengan bersatu, tak akan ada kata mustahil untuk mewujudkan
bangsa yang aman, tentram, dan seahtera!
Kita juga
harus belajar dari sejarah, peristiwa-peristiwa masa lampau janganlah mudah
dilupakan.namun renungkanlah dan pelajari dan ambil hikmahnya dari
peristiwa-peristiwa tersebut. Seperti yang pernah diucapkan Bung Karno ketika
berpidato di depan khalayak umum, yaitu “ JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan
sejarah!” bahwa sesungguhnya kalau kita mau mengkritisi
peristiwa-peristiwa masa lampau, pastilah banyak hikmah yang akan kita dapatkan
untuk bisa mewujudkan negara yang aman, tentram, dan sejahtera!
Untuk itu
wahai para pemuda, ciptakanlah rasa persaudaraan dan kebersamaan untuk melawan
oknum-oknum jahat yang mencoba menghancurkan, memanfaatkan, dan merampas
kekayaan negri kita dan hak kita. Sebagai pemuda kita harus berkomitmen
menegakkan keadilan, melindungi kaum tertindas , apalagi yang mahasiswa, kita
harus wajib menjalankan atau memenuhi janji kita kepada rakyat bahwa kitalah
yang pantas melindungi kaum tertindas. Masih ingatkah janji itu? Seperti yang
pernah diucapkan para mahasiswa seluruh bangsa dalam tragedi tahun 1998,
bahwa :
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indoesia bersumpah, bertanah
air satu yaitu tanah air tanpa penindasan!
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia bersumpah, berbangsa
satu yaitu bangsa yang gandrung akan keadilan!
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia bersumpah, berbahasa
satu yaitu bahasa tanpa kebohongan!
Ucapakan,
renungkan, dan terapkanlah janji itu wahai para mahasiswa dan mahasiswi bangsa
Indonesia! Karena nama kita begitu spesial dimata bangsa, terbukti dengan
terselipnya kata ‘maha’ di dalam kata “mahasiswa”! Arti kata ‘maha’ begitu
spesial, dan berat tanggung jawab yang akan terima dan menjalan misi mewujudkan
bangsa yang aman, tentram, dan sejahtera.
Siapkan
mental kalian, bahwa pasti akan datang rintangan-rintangan yang silih berganti
menghampiri kita dan kita harus menghadapinya dengan rasa berani dan tegar!
Jangan sungkan untuk member pesan kepada oknum-oknum jahat, seperti yang pernah
diucapkan Wiji Thukul sebagai berikut:
“Apabila usul ditolak tanpa ditimbangkan, suara dibungkam,
kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversive dan mengganggu keenyamaan maka
hanya ada satu kata LAWAN!!”
BAB III PELANGI INDAH MENGHAMPIRI NEGRI INI
Wahai
pembaca yang budiman, masih ingatkah kalian dimana bangsa Indonesia meraih
kejaannya pada masa pemerintahan Ir.Soekarno? Dimana pada saat itu Negara kita
dianggap dunia Negara yang berpengaruh atas perdamaiannya seluruh dunia. Negara
yang bisa dianggap adi kuasanya dunia kala itu bahkan juga Negara yang ditakuti
Negara-negara berfaham kapitalis.
Siapa yang
tidak kenal Indonesia, Negara yang subur dan kaya raya akan Sumber Daya Alam ini
juga penghasil rempah-rempah yang besar hingga menjadi rebutan Negara-negara
Eropa untuk menguasainya? Yang bahkan Negara ini sering disebut sebagai negeri
Atlantisnya dunia, hingga menjadi daya tarik bagi Negara-negara seluruh di
dunia untuk mencurinya.
Siapa yang
tidak kenal Indonesia, Negara yang menjadi actor utama dalam menegakkan
keadilan dunia, yang juga membebaskan banyak Negara-negara di Asia dan Afrika
dari penjajahan dari Negara-negara kuat berfaham capital lewat Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, serta menjadi tuan rumah dalam
acara tersebut tepatnya di kota Bandung.
Apa kalian
percaya wahai pembaca, di dalam buku Gara-gara Indonesia benua Amerika telah
ditemukan, gara-gara Indonesia Negara Vietnam menang perang atas Amerika,
Napoleon Bonaparte gagal menguasai dunia dan itu juga gara-gara Indonesia (di
ambil dari buku Gara-gara Indonesia, pengarang Agung Pribadi).
Pada masa
itusungguh bangsa kita memiliki pengaruh yang besar dan kuat dalam perkembangan
di dunia, Negara yang diakui dunia sebagai bangsa yang aman, tentram, dan
sejahtera. Tak lepas juga Negara yang dianggap sebagai guru untuk membimbing
Negara-negara yang baru saja merdeka.
Inginkah kalian kembali merasakan
suasana pada masa seperti itu? Tidak ada kata mustahil untuk merubah semua
keadaan ini, juga tidak ada kata terlambat untuk bersatu kembali menuju bangsa
yang pernah merasakan jaya itu pada masa lalu.
Mungkin dengan semakinnya kita
bersatu, semakin padunya kebersamaan, lagipula pasti para pemuda jaman sekarang
memiliki pemikiran yang jauh lebih matang dari pada pemuda dulu, tak akan lagi
sebuah mimpi bangsa ini bisa melebarkan sayapnya menjadi bangsa yang terkuat di
dunia yang nahkan melebihi adi dayanya Amerika!
Terima kasih untuk para pembaca, yang telah mau membaca
artikel saya ini, saya sadari masih banyak sekali kekurangan didalamnya.
Berikanlah saran dan kritik kepada saya, semoga dengan saran dan kritik kalian
ke depannya tulisan saya bisa menjadi lebih baik.
Salam untuk seluruh rakyat Indonesia, seperti pepatah bilang BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH
!!!!
MERDEKA!!! MERDEKA!!! MERDEKA!!! MERDEKA!!! MERDEKA!!! MERDEKA!!!