Senin, 21 Maret 2016

SETITIK AUTOBIOGRAFI

Saya adalah Muhammad Fahrul Rozi, biasa dipanggil Rozi di kehidupan taman kampus ini. Saya terlahir sebagai seorang lelaki pada tahun 1996 dari pasangan suami dan istri yang bernama Ruswanto dan Siti Harmini di kota Semarang yang katanya kota ATLAS. Saya juga terlahir sebagai anak yang pertama dari dua bersaudara dari rahim sang ibu tercinta, yang otomatis menjadikan saya sebagai tulang punggung keluarga di esok hari. Adik saya seorang perempuan yang sekarang masih menjalani masa remajanya dan duduk di bangku kelas 3 SMP. Soal kehidupan pendidikan, dulu saya pernah menempuh pendidikan dari TK sampai SMA. Dalam kurin waktu kurang lebih dari 13 tahun tersebut, sungguh saya begitu menikmati apa hidup itu, karena pada masa itu tuhan trlah mengirimku orsng-orang hebat yang telah menemani dan pelengkap cerita kehidupanku. Perasaan senang, sedih, kecewa, dll semua sudah kurasakan, bagaikan air yang mengalir dari hulu sampai ke muara banyak sekali rintsngan-rintangan yang menghadang, namun dengsn adanya oran orang hebat disisiku satu persatu rintangsn relah kulalui dengan perasaaan yang berbeda beda!
Setelah menjalani kehidupan 13 tahun lamanya itu, kini kusadar sudah saatnya berpikir jauh kedepan untuk mencari bekal dalam menempuh kehidupan yang keras ini. Mulai dari ilmu pengetahuan, ilmu politik, sampai ilmu keagamaan semuanya saatnya memperdalam dan menambah wawasan dan amalan tersebut di bangku perkuliahan di UNDIP ini. Memang tak akan mudah, tapi akanku jalani dengan giat dab semangat tanpa bermalas malasan, karena sesungguhnya seperti tokoh agamis bilang "tuhan tidak senang melihat apabila hambanya bermalas malasan dan mudah berputus asa", maka dari itu sesulit apapun rintangan akanku lalui dengan pantang menyerah dan semudah apapun rintangan tak akan pernah aku meremehkannya!

MENUJU INDONESIA RAYA

BERSATU ATAU MATI

PENDAHULUAN
ASSALAMUALAIKUM WR WB
            Wahai pembaca yang budiman, sebelumnya banggakah kalian menjadi anak bangsa Indonesia? Bangsa yang dimana memiliki sejarah yang begitu menggetarkan jiwa ini!
            Siapa yang menyangka dalam buku “Gara-gara Indonesia”, benua Amerika ditemukan? Gara-gara Indonesia Amerika kalah perang melawan Vietnam, gara-gara Indonesia negara-negara di Asia dan Afrika terbebas dari penjajahan negara berbasis Kapital!
            Kenapa harus malu dan bangga kepada budaya barat, kalau di negeri kita sendiri saja sungguh memilik sejarah yang hebat? Sampai 70 tahun ini, Indonesia seringkali menghadapi permasalahan-permasalahan, yang anehnya datang dari bangsa kita sendiri, sungguh pendahulu-pendahulu kita yang merebut kemerdekaan ini pasti kecewa dengan permasalahan-permasalahan yang pernah terjadi. Peristiwa seperti apakah yang terjadi? Mari kita simak bersama-sama tulisan ini yang saya beri judul “BERSATU ATAU MATI”.
            Juga di dalamnya ada sebuah ucapan-ucapan yang provokatif yang mengajak untuk meraih sebuah impian negara yang aman, tentram, dan sejahtera!
SELAMAT MEMBACA

BAB I   AWAN HITAM MELANDA NEGRIKU
            Wahai pembaca yang budiman, menurut kalian di 70 tahun kemerdekaan negara tercinta ini sudahkah terwujudnya dasar negara kita ini? Jujur saja saya berani beropini, pasti lebih dari 60% masyarakat kita belumlah mewujudkan semua dasar negara kita yang kita cintai dan sayangi ini!
            Kenapa saya berani berpendapat sedemekian? Sekarang cobalah kritisi ini! Bicara tentang dasar negara, dan dasar negara kita adalah “PANCASILA” atau 5 sila, mari kita simak bersama-sama!
            Mulai dari sila ke-1, apanya yang Ketuhanan Yang Maha Esa, kalau yang terjadi berbeda agama saja terjadi konflik? Entah itu konflik kecil maupun konflik yang besar, dan memang kenyataannya negeri ini memang sering terjadi konflik yang melibatkan komunitas agama. Masih ingatkah peristiwa DI/TII yang dipimpin Kartosoewiryo? Itulah wujud persilihan di bidang keagamaan, yang mendorong Kartosoewiryo untuk mendirikan Negara Islam Indonesia.
            Pada sila yang ke-2, apanya yang Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, apabila yang terjadi petinggi-petinggi negara kita telah membinasakan rakyatnya sendiri? Masih ingatkah kalian peristiwa pasca G30S/PKI? Yang terjadi pada peristiwa tersebut sekitar tahun 1966an Rezim Soeharto dengan kejamnya menumpaskan seluruh masyarakatnya sendiri yang dikiranya berfaham komunis, bahkan anak kecil keturunan komunis ikut dibantai, menurut buku yang pernah saya baca diperkirakan lebih dari satu jiwa melayang akibat pembantaian tersebut!
            Pada sila yang ke-3, apanya yang Persatuan Indonesia, kalau yang terjadi orang berbeda daerah saja saling bentrok dan bermusuhan? Ingatkan kalian tragedi adu bentrok suporter antara Viking Bandung dengan The Jack Jakarta yang memakan banyak korban jiwa?
            Pada sila yang ke-4, dalam sila ini coba renungkan wahai pembaca yang baik, sudahkah rakyat ini bermusyawarah dalam pemilihan pemimpin? Sudah jujurkah pada setiap pemilihan-pemilihan pemimpin daerah maupun nasional di negri ini? Banyak sekali obral janji dari pemimpin-pemimpin kita demi meraup massa, namun pada akhirnya mereka berkhianat!
            Pada sila yang ke-5, sudahkah negri ini sudah berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia? Sunngguh miris kalau kita bicara tentang keadilan di negri ini, yang dimana hukum saja dapat dibeli, yang miskin terinjak-injak harga dirinya, si kaya sewenang-wenang terhadap hukum. Apanya yang adil, kalau para pejabat negri ini tersenyum dan tertawa di atas penderitaan-penderitaan rakyatnya! Kalau seperti ini terus keadaannya, kita sebagai generasi muda hanya ada satu kata yaitu “LAWAN” atas penindasan!

BAB II  CAHAYA KECIL TERSELIP DI DALAM  KEGELAPAN
            Wahai pembaca yang budiman, khususnya para generasi muda bangsa, apakah kalian hanya berdiri diam saja setelah melihat kegelapan yang melanda tanah air kita? Apa kalian tega, melihat perjuangan para pendahulu kita sia-sia akibat ulah rakyatnya sendiri? Seperti yang pernah diucapkan Bung Karno, “ Perjuanganku sedikit lebih mudah, karena yang kulawan adalah para penjajah, tetapi perjuanganmu akan sedikit lebih sulit, karena yang kau lawan bangsamu sendiri!
            Lantas sebagai pemuda langkah apa yang harus kita ambil? Yang pertama marilah kita semua bersatu, lupakan perbedaan ras, suku, agama, dll. Yang hanya ada satu bahwa kita adalah rakyat dari bangsa Indonesia! Lupakanlah konflik-konflik, permusuhan antar individu maupun kelompok, camkanlah bahwa musuh kita hanya satu yaitu oknum-oknum jahat yang mencoba merampas dan mengekploitasi kekayaan di negeri ini! Dengan bersatu, tak akan ada kata mustahil untuk mewujudkan bangsa yang aman, tentram, dan seahtera!
            Kita juga harus belajar dari sejarah, peristiwa-peristiwa masa lampau janganlah mudah dilupakan.namun renungkanlah dan pelajari dan ambil hikmahnya dari peristiwa-peristiwa tersebut. Seperti yang pernah diucapkan Bung Karno ketika berpidato di depan khalayak umum, yaitu “ JAS MERAH, jangan sekali-kali melupakan sejarah!” bahwa sesungguhnya kalau kita mau mengkritisi peristiwa-peristiwa masa lampau, pastilah banyak hikmah yang akan kita dapatkan untuk bisa mewujudkan negara yang aman, tentram, dan sejahtera!
            Untuk itu wahai para pemuda, ciptakanlah rasa persaudaraan dan kebersamaan untuk melawan oknum-oknum jahat yang mencoba menghancurkan, memanfaatkan, dan merampas kekayaan negri kita dan hak kita. Sebagai pemuda kita harus berkomitmen menegakkan keadilan, melindungi kaum tertindas , apalagi yang mahasiswa, kita harus wajib menjalankan atau memenuhi janji kita kepada rakyat bahwa kitalah yang pantas melindungi kaum tertindas. Masih ingatkah janji itu? Seperti yang pernah diucapkan para mahasiswa seluruh bangsa dalam tragedi tahun 1998, bahwa :
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indoesia bersumpah, bertanah air satu yaitu tanah air tanpa penindasan!
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia bersumpah, berbangsa satu yaitu bangsa yang gandrung akan keadilan!
-Kami Mahasiswa dan Mahasiswi Indonesia bersumpah, berbahasa satu yaitu bahasa tanpa kebohongan!
            Ucapakan, renungkan, dan terapkanlah janji itu wahai para mahasiswa dan mahasiswi bangsa Indonesia! Karena nama kita begitu spesial dimata bangsa, terbukti dengan terselipnya kata ‘maha’ di dalam kata “mahasiswa”! Arti kata ‘maha’ begitu spesial, dan berat tanggung jawab yang akan terima dan menjalan misi mewujudkan bangsa yang aman, tentram, dan sejahtera.
            Siapkan mental kalian, bahwa pasti akan datang rintangan-rintangan yang silih berganti menghampiri kita dan kita harus menghadapinya dengan rasa berani dan tegar! Jangan sungkan untuk member pesan kepada oknum-oknum jahat, seperti yang pernah diucapkan Wiji Thukul sebagai berikut:
“Apabila usul ditolak tanpa ditimbangkan, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversive dan mengganggu keenyamaan maka hanya ada satu kata LAWAN!!”
           
BAB III PELANGI INDAH MENGHAMPIRI NEGRI INI
            Wahai pembaca yang budiman, masih ingatkah kalian dimana bangsa Indonesia meraih kejaannya pada masa pemerintahan Ir.Soekarno? Dimana pada saat itu Negara kita dianggap dunia Negara yang berpengaruh atas perdamaiannya seluruh dunia. Negara yang bisa dianggap adi kuasanya dunia kala itu bahkan juga Negara yang ditakuti Negara-negara berfaham kapitalis.
            Siapa yang tidak kenal Indonesia, Negara yang subur dan kaya raya akan Sumber Daya Alam ini juga penghasil rempah-rempah yang besar hingga menjadi rebutan Negara-negara Eropa untuk menguasainya? Yang bahkan Negara ini sering disebut sebagai negeri Atlantisnya dunia, hingga menjadi daya tarik bagi Negara-negara seluruh di dunia untuk mencurinya.
            Siapa yang tidak kenal Indonesia, Negara yang menjadi actor utama dalam menegakkan keadilan dunia, yang juga membebaskan banyak Negara-negara di Asia dan Afrika dari penjajahan dari Negara-negara kuat berfaham capital lewat Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955, serta menjadi tuan rumah dalam acara tersebut tepatnya di kota Bandung.
            Apa kalian percaya wahai pembaca, di dalam buku Gara-gara Indonesia benua Amerika telah ditemukan, gara-gara Indonesia Negara Vietnam menang perang atas Amerika, Napoleon Bonaparte gagal menguasai dunia dan itu juga gara-gara Indonesia (di ambil dari buku Gara-gara Indonesia, pengarang Agung Pribadi).
            Pada masa itusungguh bangsa kita memiliki pengaruh yang besar dan kuat dalam perkembangan di dunia, Negara yang diakui dunia sebagai bangsa yang aman, tentram, dan sejahtera. Tak lepas juga Negara yang dianggap sebagai guru untuk membimbing Negara-negara yang baru saja merdeka.
Inginkah kalian kembali merasakan suasana pada masa seperti itu? Tidak ada kata mustahil untuk merubah semua keadaan ini, juga tidak ada kata terlambat untuk bersatu kembali menuju bangsa yang pernah merasakan jaya itu pada masa lalu.
Mungkin dengan semakinnya kita bersatu, semakin padunya kebersamaan, lagipula pasti para pemuda jaman sekarang memiliki pemikiran yang jauh lebih matang dari pada pemuda dulu, tak akan lagi sebuah mimpi bangsa ini bisa melebarkan sayapnya menjadi bangsa yang terkuat di dunia yang nahkan melebihi adi dayanya Amerika!

Terima kasih untuk para pembaca, yang telah mau membaca artikel saya ini, saya sadari masih banyak sekali kekurangan didalamnya. Berikanlah saran dan kritik kepada saya, semoga dengan saran dan kritik kalian ke depannya tulisan saya bisa menjadi lebih baik.
Salam untuk seluruh rakyat Indonesia, seperti pepatah bilang BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI KITA RUNTUH !!!!

MERDEKA!!!   MERDEKA!!!   MERDEKA!!!   MERDEKA!!!   MERDEKA!!!   MERDEKA!!!

Sabtu, 05 Maret 2016

PUSDOKINFO



NAMA KELOMPOK        1.   VATKHRIYAN DWI UTOMO   -13040115130050
                                             2. MUHAMMAD FAHRUL ROZI  -13040115140053
                                             3. ANDINI DYAH PRAMESTI       -13040115140069

 PUSDOKINFO

1  Pengertian pusdokinfo adalah kegiatan sebuah unit kerja atau instansi yang kegiatannya berkaitan dengan pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan dokumen ataupun
     informasi dalam bidang pengertahuan yang berbentuk fakta serta menjadi milik bersama
     karena di komunikasikan sebagai bukti/keterangan.
2. Menurut kami kaitannya pusdokinfo dengan TI adalah, dengan adanya pusdokinfo mungkin
sebagai wadah atau tempat sebuah dokumen atau informasi yang khususnya bersifat universal
kepada khalayak umum, agar dokumen atau informasi terssebut dapat tersampaikan dan
dipahami oleh masyarakat luas.
3. Peranan dan penerapan TI dibidang hokum
a. Peradilan Agama
Pengadilan agama saat ini telah menggunakan media internet untuk
menyampaikan informais-informasi (termasuk sistem informasi prosedur
penerimaan perkara, jadwal siding, keuangan dan lain sebagainya) dan hal ini dapat
diakses khalayak umum melalui masing-masing situs pengadilan agama. Salah satu
agenda yang harus dibuat masing-masing lembaga pengadilan agama adalah
membuat program kerja dan kelompok kerja teknologi informasi, sebagai berikut :
Menyediakan informasi yang akurat mengenai perkara yang ada di·
pengadilan agama untuk dapat diakses public.
Meningkatkan transparasi peradilan melalui penyediaan website yang·
mampu untuk menyampaikan informasi mengenai SOP penerimaan perkara,
SOP pengembalian sisa pajar, jadwal siding, putusan peradilan agama dan
informasi penting lainnya.
Mendukung sistem TI pengadilan agama melalui penyediaan infrastruktur TI·
yang handal dan penyediaan tenaga ahli teknis TI yang terlatih.
Meningkatkan akuntabilitas keuangan peradilan agama dan lebih jauh lagi·
memperkuat infrastruktur TI di peradilan agama.
Penerapan TI yang digunakan peradilan agama membantu mengefisienkan
dan mengefektivitaskan pekerjaan, misalnya :
Masing-masing lingkungan internal peradilan dapat dengan cepat·
mengakses atau merespon adanya kebijakan-kebijakan yang digariskan
peradilan agama, sehingga tiap-tiap lembaga peradilan dapat menyesuaikan
progam kerjanya
Dalam rangka akuntabilitas· kepada publik, laporan tahunan dapat diketahui
oleh khalayak umum, juga memudahkan untuk menyebarluaskan
pengumuman adanya suatu kegiatan atau pendidikan dan pelatihan (diklat),
pendaftaran calon pegawai/ calon hakim berikut hasil seleksinya.
Pada peradilan agama dibidang administrasi kesekertariatan juga telah·
mengguanakn SABMN,
Dibidang keuangan SIMAK dan SAKPA yaitu sebuah aplikasi yang berfungsi·
untuk mengelola keuangan dan barang-barang milik Negara yang ada di
pengadilan agama.
Di bidang kepaniteraan ada aplikasi SIADPAplus yaitu aplikasi dimana mulai·
dari pendaftaran perkara, pembuatan berita acara hingga putusan telah
menggunakan aplikasi ini.
Dibidang kepegawaian ada SIMPEG.·


b. Kepolisian


Selain untuk mempermudah kerja pengadilan agama, TI juga mempunyai
peranan yang cukup penting untuk kepolisian. Misalnya saja untuk membuat SIM
(Surat Izin Mengemudi) dengan menggunakan bantuan TI yang melibatkan
computer, kamera digital, perekam sidik jari, dan pencetak kartu SIM, akan selesai
dalam waktu singkat.
Face Recognition sebuah alat yang memungkinkan sidik jari dapat disimpan
secara elektronis dengan ukutan yang sangat kecil sehingga tidak terlalu menyita
ruang dan media penyimpanan. Teknologi Face Recognition dapat pula digunakan
untuk mengenali wajah wajah para pelaku criminal yang telah tersimpan dalam basis
data di dasarkan oleh suatu sketsa wajah atau foto. Sedangkan teknologi
pencocokan data (Pattern Recognition) digunakan untuk mempermudah pencarian
sidik jari yang disimpan dalam basis data.