Menginjak Angka 70
Wahai pembaca yang saya kagumi,
sebelumnya sudahkah kalian bangga dengan negri ini? Yang dimana memiliki sejarah yang luar biasa dalam
membentuk kehidupan yang sudah menginjak angka 70 tahun ini!
Mengingat bahwa negri kita yang merdeka
sudah berumur 70 tahun ini, masih banyak sekali permasalahan-permasalahan yang
melanda seluruh masyarakat Indonesia. Kita ingat bagaimana susah payahnya dalam
merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah terdahulu yang dipelopori oleh
Bung Karno dan kawan-kawan, serta bantuan dari Tan Malaka
cs untuk mewujudkan kemerdekaan 100%!
Kita harus lah beruntung karena kita tidak terlahir pada
masa yang mengerikan tersebut, namun tugas kita sebagai generasi penerus
sebenarnya jauh lebih berat yaitu ‘mempertahankan kemerdekaan 100%’.
Seperti
yang pernah diucapkan oleh Bung Karno, “ Perjuanganku sedikit lebih mudah,
karena yang kulawan adalah para penjajah, tetapi perjuanganmu akan sedikit
lebih sulit, karena yang kau lawan bangsamu sendiri!”
Pasti mempertahankan kemerdekaan pastinya
lebih sulit daripada merebutnya, mengingat musuh kita sekarang adalah bangsa
sendiri yaitu orang-orang yang telah teracun oleh pikiran-pikiran jahat untuk
mengekploitasi negri ini.
Banyak sekali permasalahan-permasalahan
telah terjadi di negri ini, semisal konflik antar individu maupun kelompok,
pecahnya persatuan gara-gara sebuah perbedaan kecil maupun besar,
penindasan-penindasan terselubung oleh kaum atasan terhadap kaum bawahan, dan
masih banyak lagi.
Di bidang perekonomian, kita tahu pasti
tahu, bahwa sesungguhnya potensi negri ini adalah di sektor pertanian dan di
sektor kelautan. Lantas mengapa di negri ini yang berpotensi di sektor pertanian justru tiap tahunnya
luas persawahan, perkebunan, dan hutan semakin berkurang, hanya semata-mata
untuk membangun sebuah industri yang berbasis kapital?
Di sektor kelautan juga, laut yang katanya dianggap sebagai
surga bagi para nelayan, justru menjadikan para nelayan melarat atas kelaparan
dan kemiskinan! Banyak sekali peraturan-peraturan dan upeti yang begitu
memberatkan bagi para nelayan
yang
justru menguntungkan bagi beberapa oknum-oknum jahat yang membuat nasib para
nelayan memprihatinkan!
Sungguh
miris apabila negri yang digadang-gadang sebagai negri pengekspor, karena
kekayaan alamnya yang melimpah, justru menjadi negri yang pengimpor utama,
karena alasan kekurangan!
Siapakah
yang salah? Apakah pemerintah atau justru rakyatlah yang disalahkan? Takkan ada
yang mau mengaku salah, meskipun Tuhan semesta alam sudah mengetahuinya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar