Jumat, 15 April 2016

MENGINJAK ANGKA 70



Menginjak Angka 70
       Wahai pembaca yang saya kagumi, sebelumnya sudahkah kalian bangga dengan negri ini? Yang dimana memiliki sejarah yang luar biasa dalam membentuk kehidupan yang sudah menginjak angka 70 tahun ini!
       Mengingat bahwa negri kita yang merdeka sudah berumur 70 tahun ini, masih banyak sekali permasalahan-permasalahan yang melanda seluruh masyarakat Indonesia. Kita ingat bagaimana susah payahnya dalam merebut kemerdekaan dari tangan para penjajah terdahulu yang dipelopori oleh Bung Karno dan kawan-kawan, serta bantuan dari Tan Malaka cs untuk mewujudkan kemerdekaan 100%!

Kita harus lah beruntung karena kita tidak terlahir pada masa yang mengerikan tersebut, namun tugas kita sebagai generasi penerus sebenarnya jauh lebih berat yaitu ‘mempertahankan kemerdekaan 100%’.
Seperti yang pernah diucapkan oleh Bung Karno, “ Perjuanganku sedikit lebih mudah, karena yang kulawan adalah para penjajah, tetapi perjuanganmu akan sedikit lebih sulit, karena yang kau lawan bangsamu sendiri!
       Pasti mempertahankan kemerdekaan pastinya lebih sulit daripada merebutnya, mengingat musuh kita sekarang adalah bangsa sendiri yaitu orang-orang yang telah teracun oleh pikiran-pikiran jahat untuk mengekploitasi negri ini.
 Banyak sekali permasalahan-permasalahan telah terjadi di negri ini, semisal konflik antar individu maupun kelompok, pecahnya persatuan gara-gara sebuah perbedaan kecil maupun besar, penindasan-penindasan terselubung oleh kaum atasan terhadap kaum bawahan, dan masih banyak lagi.
       Di bidang perekonomian, kita tahu pasti tahu, bahwa sesungguhnya potensi negri ini adalah di sektor pertanian dan di sektor kelautan. Lantas mengapa di negri ini yang berpotensi di sektor pertanian justru tiap tahunnya luas persawahan, perkebunan, dan hutan semakin berkurang, hanya semata-mata untuk membangun sebuah industri yang berbasis kapital?

Di sektor kelautan juga, laut yang katanya dianggap sebagai surga bagi para nelayan, justru menjadikan para nelayan melarat atas kelaparan dan kemiskinan! Banyak sekali peraturan-peraturan dan upeti yang begitu memberatkan bagi para nelayan
yang justru menguntungkan bagi beberapa oknum-oknum jahat yang membuat nasib para nelayan memprihatinkan!
       Sungguh miris apabila negri yang digadang-gadang sebagai negri pengekspor, karena kekayaan alamnya yang melimpah, justru menjadi negri yang pengimpor utama, karena alasan kekurangan!
Siapakah yang salah? Apakah pemerintah atau justru rakyatlah yang disalahkan? Takkan ada yang mau mengaku salah, meskipun Tuhan semesta alam sudah mengetahuinya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar